Halaman

Senin, 01 April 2013

Menganalisis Web Studentsite Gunadarma

Pada kesempatan hari ini saya akan membahas tentang fasilitas web yang disediakan oleh Universitas Gunadarma yaitu Studensite.

Apakah Studentsite itu ???
          Jadi, Studentsite itu merupakan fasilitas yang berguna seperti loker bagi para mahasiswa Gunadarma, karena dengan studentsite semua mahasiswa Gunadarma dapat mengakses seluruh website Gunadarma yang dapat mendukung seluruh proses pembelajaran mahasiswa.
          Untuk mengakses Studentsite kalian harus terlebih dahulu mengaktifkan akun kalian terlebih dahulu supaya kalian dapat menikmati semua fasilitas yang terdapat didalam studentsite.
          Pada kali ini saya akan menganalisis aspek apa saja yang ada pada website Studentsite Gunadarma.
Aspek yang saya perhatikan adalah :
1. Desain dan Tampilan 


           Dari segi desain dan tampilan website Studentsite Gunadarma, terlihat susunannya yang menarik, dinamis, simpel, dengan perpaduan warna yang menyatu sehingga membuat seluruh isi dalam web ini dapat dilihat dengan jelas. Tata letak rancangan web ini pun cukup efektif bagi para user yang memakainya dan memudahkan pagi para user dalam menggunakan web ini.

2. Pengaksesan ke dalam Website 

          Dari segi pengaksesan, Studentsite sangat mudah dalam mengaksesnya karena bisa lewat komputer atau pun gadget (smartphone) yang kita miliki .

3. Kegunaan Bagi Para User 

         Dari segi kegunaan bagi para mahasiswa Gunadarma sangat berguna sekali dalam penunjang sarana pembelajaran mahasiswa.

Dengan analisi yang sudah dijelaskan, maka kesimpulannya bahwa Studentsite milik Gunadarma ini dari segi tampilan sangat simpel dan menarik bagi para mahasiswa, dan tata letaknya pun didesain secara bagus sehingga mudah dalam penggunaan web ini. Dari segi pengaksesan sangat lah mudah, tetapi apabila banyak mahasiswa yang mengakses web ini dalam waktu yang bersamaan dapat membuat web ini mengalami trouble seperti down server sehingga akan lama dalam pengaksesannya. Studentsite merupakan loker online yang sangat berguna bagi para mahasiswa karena bukan hanya dapat menunjang dalam proses pembelajaran tetapi dengan loker ini para mahasiswa juga dapat mengetahui semua informasi yang berada di lingkungan Universita Gunadarma.




Nama : Mochamad Reza Risky
Kelas : 2IA03
NPM : 54411531

Minggu, 07 Oktober 2012

Sejarah Perkembangan Internet dan New Media

Taukah kalian tentang bagaimana perkembangan Internet dan New Media pertama kali didunia? mungkin kebanyakan orang hanya biasa mengunakannya saja tanpa mengetahui asal - usul perkembangan Internet dan New Media. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang sejarah perkembangan Internet dan New Media.


Internet
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), dimana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pempangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmssion Control Protokol / Internet Protokol).

Tujuan awal dibangunnya proyek ARPANET adalah untuk kepentingan militer Amerika Serikat, yang dimana pada saat itu Amerika Serikat sedang menghadapi perang nuklir dengan Uni Soviet, oleh karena itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah apabila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat.

Pada mulanya ARPANET hanya bisa menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan oktober 1972. tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat diseluruh daerah dan semuanya berminat ingin bergabung, yang mengakibatkan ARPANET menjadi kesulitan dalam mengaturnya.
oleh sebab itu pada akhirnya ARPANET dibagi menjadi dua yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer, dan kedua jaringan tersebut akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

New Media
new media adalah istilah luas yang muncul di bagian akhir abad ke-20 untuk mencakup penggabungan antara media tradisional seperti film, gambar, musik, dengan teknologi komputer dan komunikasi yang berbasis internet. new media mengulurkan kemungkinan akses on-demand untuk konten kapan saja, dimana saja, pada setiap perangkat digital, serta umpan balik pengguna interaktif, partisipasi kreatif dan pembentuk masyarakat sekitar media. apa yang membedakan antara new media dengan media tradisional bukan digitalisasi konten media ke bit, melainkan kehidupan yang dinamis dari isi dan hubungan interaktif dengan konsumen media. beberapa contohnya yaitu internet, website, komputer multimedia, peramainan komputer, dll, yang penting apabila media itu mengandung teknologi yang memungkinkan interaktivitas digital, seperti grafis yang berisi tag-link web maka itu adalah new media.

pada tahun 1960, hubungan antara komputasi dan seni radikal mulai tumbuh lebh kuat. itu tidak sampai tahun 1980-an yang Alan Kay dan rekan kerja di Xerox PARC mulai memberikan kekuatan komputer pribadi untuk individu, daripada memiliki organisasi besar bertanggung jawab atas hal lain.

sampai tahun 1980-an media yang mengandalkan terutama pada model cetak dan siaran analog, seperti televisi dan radio. dua puluh tahun kemudian telah terlihat transformasi cepat ke media yang ditautkan pada penggunaan teknoogi digital, seperti game internet dan video. namun, contoh-contoh tersebut hanya lah sebagian kecil dari media baru. penggunaan komputer digital telah mengubah sisa media lama, seperti yang disarankan oleh munculnya televisi digital dan publikasi online. Bahkan bentuk media tradisional seperti mesin cetak telah diubah melalui penerapan teknologi menjadi sebuah perangkat lunak maniplasi gambar seperti Adobe Photosop dan software publishing lainnya.

Nama : Mochamad Reza Risky
Kelas : 2IA03
NPM : 54411531
Tugas : Peng. Tek. Internet dan New Media.

Kamis, 05 Juli 2012

Budaya Membuang Sampah Sembarangan yang Telah Melekat di masyarakat Indonesia


Dapat kita lihat dengan mata telanjang, bahwa kenyataan nya di Indonesia sekarang sudah menjadi negara yang tidak memiliki budaya kebersihan. Bahkan beberapa orang menganggap Indonesia adalah Negara yang paling gagal dalam mengelola sampah. Memang benar dalam kenyataan nya. Meskipun proses dahur ulang sudah dijalankan, tetapi  tetap saja sampah di Indonesia menumpuk dan tidak dapat di kelola dengan baik.
Hal ini disebabkan karena kebudayaan dan kebiasaan bangsa Indonesia semenjak kecil, tidak di biasakan untuk membung sampah pada tempat nya. Bahkan kebanyakan orang tua di Indonesia tidak pernah mengajarkan tentang budaya membuang sampah pada tempat nya. Anak-anak mereka di biarkan untuk membuang sampah sembarangan, karena mungkin orang tua itu sendiri juga membuang sampah, bukan pada tempat nya. Sehingga bukan nya memberikan pengertian untuk membuang sampah pada tempat nya, tetapi malahan memberikan contoh untuk membuang sampah sembarangan.
Apabila dibandingkan dengan Negara lain seperti singapura, dapat kita perhatikan bahwa singapura memiliki aturan dan budaya yang tegas tentang masalah kebersihan. Bahkan singapura memiliki undang undang yang tegas bagi setiap orang yang membuang sampah sembarangan. Sehingga secara tidak langsung hal ini menjadi pendidikan yang memaksa warga nya untuk mejaga kebersihan. Karena telah terbiasa sehingga warga nya sendiri menjadi memiliki budaya utuk hidup bersih dan menjaga kesehatan. Hal ini lah yang akhir nya dapat membuat sukses nya program pemerintah dalam hal kebersihan.
Untuk merubah kebiasaan hidup warga Negara Indonesia, sehingga Indonesia dapat menjadi Negara yang bersih dan sukses dalam program kebersihan nya, kita harus dapat menanamkan kebiasaan dan budaya bersih dan membuang sampah pada tempat nya. Budaya ini harus di tanamkan sejak kecil sehingga dapat menjadi kebiasaan baik yang akan terus di turunkan kepada generasi penerus bangsa. Sehingga dengan semakin bertambahnya waktu kedepan, Indonesia dapat menjadi Negara yang bersih dengan kebiasaan dari warganya yang telah membudayakan kebersihan dari kecil. Peran dari pemerintah juga pentng dalam menyediakan sarana dan prasarana dalam pengelolaan sampah. Sehingga dengan dukungan dari warga serta pemerintah, Indonesia dapat menjadi Negara yang bersih dan dapat mengelola sampah dengan baik. Oleh karena itu marilah kita sebagai warga Indonesia untuk bergotong royong dalam mewujudkan kebersihan untuk Indonesia.

Nama : Mochamad Reza Risky
Kelas : 1IA12
NPM : 54411531
Tugas : Ilmu Budaya Dasar.

Budaya Menyontek di Kalangan Pelajar


Kebiasaan menyontek di kalangan pelajar mungkin sudah menjadi hal yang biasa dilakukan atau bahkan telah membudaya. Menyontek merupakan hal yang telah lumrah dilakukan para pelajar. Bahkan tak jarang saya melihat atau mendengar seorang pelajar itu bangga ketika ia menyontek. Apa sih sebenarnya background para pelajar itu untuk nenyontek? Menurut saya, tidak ada hal khusus yang menuntut mereka untuk menyontek. Mereka menyontek hanya simpel alasannya yaitu supaya memperoleh nilai yang bagus, terutama saat ulangan. Namun setelah mereka mendapat nilai bagus, lalu apa yang bisa mereka dapatkan, rasa puas? Terus terang kalau saya pribadi, bila mendapat nilai bagus karena menyontek saya tidak akan puas. Sebenarnya guru memberikan ujian kepada para siswa dalam bentuk ulangan harian atau apa saja yang berwujud memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai materi pelajaran yang telah disampaikan, kan hanya untuk menguji kemampuan para siswanya. Bila nilai mereka baik dan sudah mencapai ketuntasan minimum maka guru telah sukses menyampaikan materi pelajaran itu dan mungkin bisa melanjutkan ke materi selanjutnya. Namun, bila nilai mereka jelek maka guru kurang sukses dalam menyampaikan materi pelajaran dan tentunya guru harus mengerahkan segala cara agar siswa-siswanya mampu mencapai standar ketuntasan minimum. Lalu bagaimana ketika guru memberikan ulangan harian dan ternyata nilai semua siswanya baik dan sudah mencapai standar ketuntasann minimum, padahal para siswanya mendapatkan nilai baik itu karena menyontek. Tentunya dari pihak guru sendiri akan berpikir bahwa para siswanya telah mampu menguasai materi yang telah disampaikan dengan dibuktikan nilai mereka yang baik-baik dan sudah mencapai standar ketuntasan minimum sehingga guru merasa tidak perlu mengulang pelajaran. Padahal, yang terjadi sebenarnya para siswa belum dapat menguasai pelajaran yang diberikan karena mereka mendapatkan nilai baik bukan karena usaha sendiri. Siapakah yang rugi di sini? Para pelajar kan yang rugi? Bagaimana tidak rugi, mereka yang menyontek kan sebenarnya masih perlu penjelasan mengenai materi pelajaran dari guru, padahal hal itu tidak didapatkannya disebabkan guru mereka sudah merasa para siswanya telah paham atau mampu menguasai materi. Memang, pelajaran bisa tidak hanya dari guru saja, kita bisa belajar sendiri, membaca buku, atau bertanya teman. Tapi kan tidak semua dari siswa yang meyontek itu mau menutup ketidakpahaman mereka terhadap materi pelajaran dengan hal-hal semacam itu. Yang ada malah mereka biasanya cuek dan akan sadar betapa meruginya menyontek itu ketika telah menghadapi ujian-ujian yang sesungguhnya seperti ujian kenaikan kelas atau Ujian Nasional. Oleh karena itu mulai dari sekarang kita harus hilangkan budaya menyontek dari diri kita. Pikiran-pikiran yang berbicara bahwa menyontek itu keren dan merupakan hal yang lumrah harus kita buang jauh-jauh agar nantinya kita tidak menyesal dikemudian hari. 

Nama : Mochamad Reza Risky
Kelas : 1ia12
NPM : 54411531
Tugas : Ilmu Budaya Dasar

Selasa, 03 Juli 2012

Budaya Merokok dikalangan pelajar sudah mengkhawatirkan


Di era globalisasi seperti ini, trend yang beredar di kalangan pelajar semakin beragam. Ada beberapa trend yang cukup mengkhawatirkan. Salah satunya, merokok. Kini, rokok bukan lagi barang asing di tangan pelajar. Saya bisa menjamin kalo sebagian besar pelajar pria SMP dan SMA sudah pernah mencoba merokok. Bahkan mungkin pelajar SD sudah ada yang mencobanya. Rokok dianggap bisa menjadi penghilang rasa penat dan stress untuk sebagian orang. Dan yang mengkhawatirkan, benda kecil yang satu ini bisa membuat para pelajar ketagihan layaknya narkoba. Sekali saja mencoba, maka hasrat ingin menghisap akan terus hinggap.
Ketika rokok menjadi trend di kalangan pelajar, pihak sekolah mulai mengantisipasi trend ini. Banyak sekolah yang memberikan sanksi tegas terhadap pelajar yang ketahuan merokok di dalam lingkungan sekolah. Bahkan sebagian guru juga sering melakukan inspeksi ke lingkungan sekitar sekolah. Karena biasanya banyak pelajar yang merokok sembunyi-sembunyi di tempat-tempat sepi seperti kantin atau warung-warung kecil. Pada saat peraturan baru ditegakkan, mungkin cukup banyak pelajar yang menghentikan aksinya. Tapi tak lama kemudian biasanya mereka kembali merokok secara terang-terangan.
Sebenarnya aksi merokok di kalangan pelajar menjadi masalah yang cukup pelik bagi orang tua ataupun guru di sekolah. Biasanya pelajar yang suka merokok sering mencuri-curi waktu pada saat jam pelajaran untuk merokok di kantin sekolah. Sayangnya, para penjaga kantin juga memberikan tempat dan fasilitas yang akan memudahkan mereka melakukan aksi tersebut. Bahkan biasanya ada beberapa kantin yang menjual rokok secara sembunyi-sembunyi. Maka itu bisa menurunkan konsentrasi belajar mereka. Yang lebih mengkhawatirkan jika mereka sudah kecanduan. Maka mereka rela menghabiskan uang jajan mereka untuk membeli sebungkus rokok setiap harinya. Bahkan sebagian pelajar berani untuk melakukan hal-hal negatif untuk mendapatkan sebatang rokok.
Larangan merokok di sekolah sebetulnya sudah diterapkan seketat mungkin. Tapi larangan ini hanya berlaku untuk para pelajar saja. Lalu bagaimana dengan guru? Sayangnya guru tidak dilarang dalam peraturan sekolah. Guru dibiarkan merokok di lingkungan sekolah. Ini tentu menjadi dilema bagi para pelajar. Di satu sisi mereka harus mematuhi peraturan yang berlaku. Tapi di sisi lain, mereka sebagai remaja tanggung sulit untuk menghilangkan keinginan untuk merokok, apalagi saat melihat para guru melakukannya. Mereka jadi berpikir, jika guru saja boleh meroko di dalam sekolah, kenapa murid tidak boleh. Tentunya ini menjadi hal yang harus dibenahi oleh para guru.
Keinginan untuk merokok juga dipicu oleh kebiasaan orang tua yang merokok di rumah. karena mereka sering melihat orang tua mereka merokok, maka mereka juga berpikir kalau merokok itu hal yang biasa. Kadang banyak orang tua yang melarang anak remajanya merokok, tapi mereka tidak bisa menghentikan kebiasaan merokok dalam dirinya sendiri. Maka kelakuan para orang tua juga menjadi salah satu penyebab merebaknya trend rokok di kalangan pelajar.
Untuk mengantisipasi masalah ini, sebenarnya bukan hanya para pelajar yang harus diperhatikan. Tapi juga kebiasaan para pendidik dan orang tua. Remaja yang masih memiliki sifat labil akan meniru kebiasaan orang yang lebih dewasa di lingkungannya. Jika para pendidik dan orang tua tidak bisa memberi contoh yang baik, maka jangan berharap kebiasaan meroko di kalangan pelajar bisa berkurang atau bahkan dihentikan. Walaupun mereka sudah mengerti bahaya dari rokok tersebut, tapi mereka juga sulit untuk menghilangkan kebiasaan itu.
Masih adakah orang yang peduli sekarang untuk menasehati anak didik dan guru-guru untuk tidak merokok. Terus terang bahwa merokok sebagai gaya hidup tidak memberikan manfaat apa- apa, kecuali hanya meracuni paru- paru anak anak muda. Memilih merokok sebagai gaya hidup sangat merugikan diri karena mendatangkan penyakit. Menjadi penghisap rokok hanya memberikan keuntungan bagi pemilik pabrik rokok Bukankah sudah cukup banyak jumlah orang yang meninggal karena mengalami sakit paru- paru gara- gara mejadi pencandu rokok yang hebat dalam hidupnya? Semoga ini bisa menjadi intropeksi untuk para pelajar, pendidik, dan para orang tua. oleh karena itu sekali lagi saya peringatkan bagi para orang tua untuk tetap mengawasi para putra putrinya sehingga tidak terjerumus kedalam dunia perokok!!!

Nama : Mochamad Reza Risky
Kelas : 1IA12
NPM : 54411531
Tugas : Ilmu Budaya Dasar.




budaya narsisme dikalangan remaja

Budaya narsisme yang melanda peradaban manusia belakangan ini, baik yang terdapat dalam kelompok usia ABG, remaja maupun dewasa, ditengarai tidak lepas dari pengaruh kemajuan teknologi. Handphone (HP) dengan segala fiturnya, salah satunya melalui camera built-in,menghadirkan sebuah bukti kian menjamurnya budaya narsisme di tengah-tengah masyarakat dewasa ini.
Segala aktifitas, baik secara personal maupun yang melibatkan kelompok, tentulah sebuah momen yang sangat disayangkan untuk dilalui begitu saja, terlebih dengan kualitas kamera HP yang kian baik saja dari hari ke hari, dan dengan harga yang kian terjangkau pula.
Bak pisau dapur. Kamera HP saat ini, dapat dianalogikan seperti layaknya pisau dapur. Ditangan siapa pisau dapur itu digunakan, maka akan menentukan cerita berikutnya. Sederhana saja, jika pisau dapur tersebut digunakan oleh seorang juru masak (koki), maka akan hadir sebuah santapan lezat di meja makan. Namun, jika pisau dapur tersebut digunakan oleh seorang preman, maka akan hadir sebuah cerita yang bertutur tentang kisah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang preman terhadap seorang korban yang tidak mau menyerahkan harta bendanya.
Jika menilik kasus video porno yang menimpa artis yang diduga mirip Ariel, Luna Maya dan Cut Tari, yang menurut analisa para pakar direkam menggunakan kamera HP, jelas terlihat bahwa budaya narsisme, juga dibawa-bawa ke dalam urusan ranjang melalui porno aksinya.
Menurut seorang psikolog, dua insan yang sedang terlibat dalam asmara ranjang, kecenderungan pemikirannya akan dikalahkan oleh nafsunya. Jika boleh disamakan, akan seperti seorang preman yang sedang dalam pengaruh alkohol.
Penggunaan kamera HP yang tidak bijak dan tanpa dipikir panjang, membuat pemiliknya akan terjebak dalam ekploitasi budaya narsisme.
Sebuah file yang meski dibungkus rapih dalam sebuah benda atau barangpun, di jaman yang serba canggih seperti sekarang, tetaplah memiliki kerentanan yang cukup tinggi. Apalagi jika file tersebut berisi porno aksi pribadi, bagaikan seseorang yang sedang berjalan pada sebilah bambu melintasi sungai, mampu menyeberang hingga ke ujung titian atau jatuh ke dasar sungai. Dalam kasus tersebut diatas, tentunya pemiliknya seperti sedang bermain-main dengan harga diri, karir dan masa depan.
Meski juga dalam UU tidak disebutkan, jika untuk konsumsi pribadi tidak akan dijerat hukum, namun siapa yang mengira jika konsumsi pribadi tersebut, akhirnya dapat tersebar dan kemudian dinikmati oleh publik. Maka, hukumpun akan memainkan peranannya.
Akhirnya, jika dapat disimpulkan, kemajuan teknologi saat ini jelaslah melahirkan sebuah budaya baru, yaitu budaya narsisme. Pertanyaannya, apakah saat ini kita sedang menjadi budak narsisme, yang membutakan mata kita dalam melakukan aksis narsisme tersebut, yang mungkin saja justru malah dapat menjadi korban dari narsisme kita sendiri. oleh karena itu berhati - hatilah anda dalam menggunakan teknologi canggih khususnya handphone
Nama : Mochamad Reza Risky
Kelas : 1IA12
NPM : 54411531
Tugas : Ilmu Budaya Dasar.


KEBUDAYAAN NEGARA JEPANG


Negara Jepang kaya akan berbagai macam kebudayaan leluhurnya. Walaupun Negara Jepang saat ini terbilang ekonominya sudah maju namun sisi tradisionalnya masih terus dilestarikan hingga sekarang ini. Contohnya kebudayaan Matsuri, kebudayaan matsuri adalah kata dalam bahasa Jepang yang menurut pengertian agama Shinto berarti ritual yang dipersembahkan untuk Kami(God), sedangkan menurut pengertian sekularisme berarti festival, perayaan atau hari libur perayaan. Matsuri diadakan di banyak tempat di Jepang dan pada umumnya diselenggarakan di jinja atau kuil, walaupun ada juga matsuri yang diselenggarakan di gereja. Sebagian matsuri diselenggarakan dengan maksud untuk mendoakan hasil tangkapan ikan atau keberhasilan panen, kesuksesan dalam bisnis, dan lain-lain.

          Ada juga di Negara Jepang mengadakan perayaan Hanami yaitu salah satu perayaan tahunan di Negara Jepang yang ada pada musim semi, tepatnya bulan April. Perayaan Hanami ini adalah perayaan untuk melihat bunga sakura, yang merupakan Bunga khas dari negara Matahari Terbit. Hanami, merupakan perayaan yang diselenggarakan secara sederhana, akan tetapi dengan kesederhanaanya itu, perayaan hanami justru menjadi kesenangan terbesar bagi orang-orang Jepang dalam setahun kehidupan mereka. Dimana semua orang duduk di bawah pohon sakura bersama keluarganya atau kekasihnya untuk melihat indahnya bunga sakura yang sudah mekar. Perayaan Hanami juga bersifat ajang rekreasi yaitu ngumpul bareng dengan keluarga atau kerabat dekat, teman kerja juga bisa untuk makan bersama sambil menikmati keindahan bunga sakura. Perayaan Hanami ini tidak bisa dianggap sebagai perayaan yang biasa, karena meskipun sekedar menyaksikan mekarnya bunga sakura, dengan adanya perayaan hanami menunjukkan kecintaan masyarakat Jepang terhadap bunga sakura.

Nama : Mochamad Reza Risky
Kelas : 1IA12
NPM : 54411531
Tugas : Ilmu Budaya Dasar